| Puasa Ramadhan Pada Pasien Dengan Penyakit Lambung; Apakah Aman Untuk Berpuasa? |
|
|
|
| Ditulis oleh Tim PKRS RSKB AN NUR Yogyakarta |
| Selasa, 26 April 2022 16:07 |
|
Tidak semua penderita maag atau dalam bahasa medis disebut dispepsia disarankan untuk berpuasa. Beberapa tanda dan gejala dyspepsia saat puasa antara lain:
Pasien harus mengetahui jenis dispepsia yang dialaminya sebelum menentukan apakah aman berpuasa. Terdapat 2 jenis dispepsia, yakni dispepsia fungsional dan dispepsia organik. Dispepsia fungsional adalah penyakit dispepsia yang tidak ditemukan kelainan organ saluran cerna bagian atas setelah pemeriksaan lanjut. Dispepsia ini biasanya muncul bila penderita makan tidak teratur, makan makanan berlemak, minuman bersoda, stres, dan merokok. Sementara itu, dispepsia organik adalah dispepsia yang ditandai dengan ketidaknormalan pada saluran cerna baik seperti tukak lambung, tukak usus duabelas jari, GERD (gastroesophageal reflux disease) atau kanker. Untuk mengetahui adanya penyakit serius tersebut maka perlu dilakukan endoskopi saluran cerna bagian atas. Pasien dengan dispepsia fungsional disarankan untuk berpuasa karena mampu memperbaiki fungsi lambung. Berpuasa akan memperbaiki pola makan pasien sehingga dapat memperbaiki kondisi lambungnya. Pasien dengan dispepsia organik harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum berpuasa. 1.Pada Kondisi Apa Penderita Maag Disarankan Endoskopi? Penderita dengan usia 55 tahun ke atas serta terdapat tanda bahaya atau alarm sign yaitu sebagai berikut: Perdarahan saluran cerna (muntah darah, muntah hitam seperti kopi, atau buang air besar seperti oli)
2.Penderita Dispepsia Seperti Apa Yang Tidak Disarankan Puasa? Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien dispepsia selama berpuasa, antara lain adanya tanda bahaya. Karena berkaitan dengan adanya potensi penyakit serius, maka pasien dispepsia dengan tanda bahaya sebaiknya difokuskan terlebih dahulu untuk dilakukan endoskopi secepat mungkin. Keamanan puasa kemudian dapat didiskusikan dengan dokter yang menangani karena ada kemungkinan puasa dapat memperburuk kondisi fisik pada kondisi ini. Hal yang penting dilakukan dalam kondisi ini adalah menyingkirkan kemungkinan penyakit serius atau sesegera mungkin mendeteksi penyakit serius. Oleh sebab itu, penderita maag dengan tanda bahaya tidak dianjurkan berpuasa dan disarankan untuk endoskopi. Pertimbangan untuk puasa kemudian diputuskan menyesuaikan dengan kondisi pasien. 3.Bagaimana Pengobatan Maag Pada Kondisi Puasa? Selama berpuasa, pasien juga tetap harus mengonsumsi obat-obatan. Penggunaan obat penekan asam lambung dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada pasien. Misal penggunaan antasida tidak dapat mencegah terjadinya maag dan tidak dapat mencegah terjadinya rasa tidak nyaman. Obat golongan ini hanya menghilangkan gejala nyeri saja sehingga penggunaannya sebaiknya dikonsumsi bila terdapat gejala tidak nyaman di ulu hati. 4.Bagaimana Tips Berpuasa Pada Pasien Dengan Maag?
Bila keluhan masih juga muncul meski telah menerapkan tips puasa bagi penderita sakit maag seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, sebaiknya penderita dispepsia berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. ---||--- Ditulis oleh : dr. Prenali Dwisthi Sattwika, Sp.PD Dokter Spesialis Penyakit Dalam Rumah Sakit Khusus Bedah An Nur Yogyakarta |
Informasi
Telp. 0274-585848
WA : 0817585848
Email : contact@annurhospital.com| JAM KUNJUNG PASIEN |
| SORE |
| 17.00 - 18.30 WIB |




