Info Rujukan


>> CARA MERUJUK <<

Ketersediaan Bed

Parafinoma, Suntik Mr.P dengan Silikon, Bahaya! PDF Cetak Email
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 09 Agustus 2016 09:13

Memperbesar penis tanpa pengetahuan medis. Nekat menyuntikkan cairan hanya bermodal cerita orang. Akhirnya mudah ditebak, "FATAL".

Kasus penyuntikan penggunaan parafine cair, paraffin maupun mineral oil jenis lain dengan tujuan memperbesar ukuran dan merubah kontur penis sudah dikenal pada komunitas primitif. Walaupun banyak komplikasi serius akibat praktek ini, tren semacam ini semakin populer hingga abad ke 20.  Kasus parafinoma penis telah banyak dilaporkan dalam literatur internasional paling banyak terjadi di Asia, Rusia, dan Eropa Timur. Pasien terbanyak laki-laki dewasa muda.

 

Pengertian parafinoma

Parafinoma  adalah granuloma kronik yang timbul karena adanya iritasi yang terus menerus dalam jangka waktu yang lama dengan parafine. Parafinoma atau sclerosing lipogranuloma sering adalah suatu kondisi kulit yang ditandai dengan banyaknya granuloma-granuloma serta fibrosis yang terjadi pada jaringan lemak subkutan akibat dari injeksi parafine maupun mineral oil lainnya.  Sclerosing lipogranuloma pada genitalia pria adalah suatu keadaan dimana terdapat massa subkutan pada penis. Parafinoma penis terjadi akibat injeksi cairan viskositas tinggi untuk tujuan membesarkan ukuran maupun merubah kontur penis. Karna material tersebut tidak bisa di metabolisme oleh tubuh sehingga menimbulkan reaksi tubuh terhadap benda asing. Akibatnya berisiko terhadap kesehatan dan memerlukan intervensi segera agar tidak menyebabkan gangguan fungsi organ.

 

Gejala Klinis

Reaksi penolakan terhadap benda asing muncul dalam bentuk peradangan sehingga menyebabkan gejala klinis seperti nyeri, indurasi, edema, jaringan parut, ulserasi, perubahan warna kulit dan pembengkakan pada penis, deformitas, nekrosis, nyeri saat ereksi dan ketidak mampuan melakukan aktifitas seksual. Gejala-gejala tersebut kebanyakan muncul setelah beberapa bulan sampai beberapa tahun setelah injeksi

 

Pemeriksaan Penunjang

            Pemeriksaan penunjang yang diperlukan adalah biopsi, yang biasanya digunakan untuk menentukan jenis sel yang mengalami proliferasi akibat reaksi inflamasi. Selain itu bisa juga dilakukan MRI untuk mengetahui seberapa luas penyebaran parafin yang diinjeksikan.

Gambaran MRI dari Paraffinoma

 

Terapi

            Dari sekian banyak pasien yang berobat ke RS. AN NUR Yogyakarta Terapi definitif pada pasien dengan kasus parafinoma penis meliputi eksisi dan pengangkatan lengkap massa yang terdapat pada jaringan kulit maupun subkutan yang bisa menyebabkan gangguan fungsi organ, teknik ini merupakan metode yang tepat untuk menghindari gejala penyakit ini muncul lagi di masa depan. Terdapat juga teknik lain yaitu kombinasi antara teknik di atas dengan teknik penggunaan Scrotal Flaps atau  Split Thickening Skin Grafts. Pada teknik scrotal flaps setelah seluruh massa diangkat, kemudian dilakukan skin flap menggunakan kulit skrotum yang di vaskularisasi oleh cabang posterior arteri pudenda interna atau cabang anterior arteri pudenda eksterna sebagai flap. Split Thickening Skin Grafts merupakan skin graft yang meliputi seluruh bagian epidermis dan dermis. Cara ini lebih dapat diterima dari segi kosmetika dan perbaikan fungsi seksual. Bisa menggunakan kulit asli dari penis.

 

Prognosis

            Pengangkatan seluruh massa merupakan satu-satunya penanganan yang efektif dan tepat. Kekambuhan dapat terjadi pada kasus eksisi yang tidak lengkap.

 

 

Add comment