Info Rujukan


>> CARA MERUJUK <<

Ketersediaan Bed

Hidronefrosis pada Bayi PDF Cetak Email
Kamis, 23 Oktober 2025 11:12

Apakah Anda tahu bahwa pembengkakan pada ginjal bayi bisa menjadi tanda adanya masalah serius pada saluran kemih? Kondisi ini disebut hidronefrosis, dan meskipun sering terjadi sejak dalam kandungan, penanganan yang tepat dapat mencegah kerusakan ginjal permanen. Mari kita kenali lebih dalam apa itu hidronefrosis, penyebab, gejala, hingga pengobatannya. 

Apa Itu Hidronefrosis pada Bayi

Hidronefrosis adalah kondisi ketika salah satu atau kedua ginjal mengalami pembengkakan akibat penumpukan urine. Hal ini terjadi karena adanya hambatan pada aliran urine dari ginjal menuju kandung kemih.
Kondisi ini dapat muncul sejak bayi dalam kandungan (hidronefrosis kongenital) atau setelah bayi lahir.
Hidronefrosis dapat bersifat ringan hingga berat. Pada beberapa kasus, kondisi ini dapat membaik dengan sendirinya seiring pertumbuhan bayi, namun dalam kasus tertentu diperlukan penanganan medis untuk mencegah kerusakan ginjal.

Penyebab Hidronefrosis pada Bayi

Beberapa faktor yang dapat menyebabkan hidronefrosis antara lain:

1. Stenosis Pieloureteral (UPJ)
Terjadi ketika area tempat ginjal bertemu dengan ureter menyempit, sehingga menghambat aliran urine keluar dari ginjal.
2. Refluks Vesikoureteral (VUR)
Kondisi ketika urine mengalir mundur dari kandung kemih ke arah ureter dan ginjal, menyebabkan penumpukan cairan di ginjal.
3. Kelainan Kongenital
Beberapa bayi lahir dengan kelainan struktur saluran kemih yang menghambat aliran urine.
4. Kondisi Blokade
Adanya batu ginjal atau penyumbatan lain di saluran kemih yang menyebabkan urine tidak dapat keluar dengan lancar.

 

Gejala Hidronefrosis pada Bayi

Gejala hidronefrosis dapat berbeda tergantung pada tingkat keparahannya. Pada kondisi ringan, tanda-tanda mungkin tidak terlihat jelas. Namun, beberapa gejala umum yang perlu diwaspadai antara lain:
  • Pembengkakan pada perut
  • Infeksi saluran kemih (ISK) berulang
  • Demam
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman saat buang air kecil
  • Perubahan warna atau frekuensi buang air kecil
Jika bayi menunjukkan gejala di atas, segera periksakan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Diagnosis Hidronefrosis

Untuk memastikan adanya hidronefrosis dan menentukan penyebabnya, dokter biasanya melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
1. Ultrasonografi (USG)
Digunakan untuk melihat kondisi ginjal dan saluran kemih bayi secara detail.
2. Scan Renal
Pemeriksaan ini menilai fungsi ginjal serta aliran urine dari ginjal ke kandung kemih.
3. Cystourethrogram Miksional (MCUG)
Tes ini mendeteksi adanya refluks vesikoureteral atau aliran balik urine dari kandung kemih ke ginjal.

 

Pengobatan Hidronefrosis

Pengobatan hidronefrosis tergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.
Jika kondisinya ringan dan tidak menyebabkan kerusakan ginjal, dokter biasanya akan melakukan pemantauan rutin tanpa tindakan khusus. Namun, jika lebih serius, beberapa pilihan pengobatan dapat dilakukan, seperti:
1. Antibiotik
Diberikan untuk mencegah atau mengobati infeksi saluran kemih.
2. Kateterisasi
Dilakukan untuk mengurangi tekanan dalam ginjal dengan mengalirkan urine secara langsung.
3. Pembedahan
Tindakan bedah dilakukan untuk memperbaiki penyumbatan atau kelainan struktural yang menghambat aliran urine.

 

Kesimpulan

Hidronefrosis pada bayi adalah kondisi yang memerlukan perhatian serius. Dengan diagnosis dan penanganan yang tepat, komplikasi dapat dicegah, dan fungsi ginjal bayi dapat dipertahankan dengan baik.
Jika bayi menunjukkan gejala seperti pembengkakan perut atau infeksi saluran kemih berulang, segera konsultasikan ke dokter spesialis urologi anak untuk evaluasi lebih lanjut.

 

Add comment