Info Rujukan


>> CARA MERUJUK <<

Ketersediaan Bed

PDF Cetak Email
Senin, 28 Pebruari 2022 05:57

Hikmah dan Makna Isra Miíraj

Isra dan Mi'raj merupakan peristiwa penting dan bersejarah bagi umat Islam, Peristiwa Isra Miraj yang dialami oleh Nabi Muhammad SAW merupakan hal penting yang wajib diketahui oleh setiap umat muslim. Begitu banyak hikmah dan makna yang terkandung dalam perjalanan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW, yang dapat diambil untuk diterapkan dalam kehidupan seorang Muslim. Perjalanan yang sangat luar biasa, dan berlangsung sangat singkat dalam semalam itu bukanlah rekayasa, melainkan nyata adanya sebagai bukti kekuasaan Allah SWT.

Terjadinya Isra dan Mi'raj berlangsung pada tahun kesedihan bagi Rasullulah, yaitu ketika dirinya baru saja ditinggal oleh orang terdekatnya. Saat itu juga, Allah mengutus malaikat Jibril untuk membawa Nabi Muhammad melakukan perjalanan mulia nya, sebagai bentuk penghiburan dari Allah. Ketika Nabi berada pada ujian yang luar biasa, Cobaan yang diberikan kepada Nabi Muhammad sebelum Isra dan Mi'raj merupakan ujian untuk meningkatkan keimanannya kepada Allah SWT.

Disetiap kesulitan pasti akan datang kemudahan dari Allah SWT, dimana setiap cobaan tersebut juga dapat meningkatkan keimanan kita atas kuasa Allah. Allah pun menjanjikan kepada umatnya yang dapat melewati cobaan dengan baik serta berpegang teguh pada syariat Islam, maka dirinya akan memperoleh nikmat yang besar dari Allah SWT. Siapa yang berhasil melewati ujian kehidupan, Allah akan membuat peringkat imannya semakin kuat. Kualitas keimanan akan naik serta mendapatkan ketentraman dan karunia dari Allah SWT. Dengan begitu, cobaan sebesar apapun yang diberikan Allah kepada hambanya merupakan tanda cinta untuk mendongkrak kadar keimanan seorang hamba.

Dalam perjalanan Isra Mi'raj, Nabi Muhammad SAW mendapatkan perintah dari Allah untuk mendirikan sholat lima waktu. Perintah sholat ini, bertujuan mengajak umatnya untuk memperbaiki kualitas iman dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT. Sholat merupakan kunci utama diterimanya semua amalan yang di kerjakan sorang hamba. Sholat lima waktu bertujuan menyambungkan diri atau komunikasi seorang hamba, kepada Sang Maha Pencipta.

Akan sangat rugi apabila seorang hamba meninggalkannya. Karena sholat lima waktu bukan beban, melainkan karunia dari Alloh yang diberikan agar seorang hamba senantiasa terkoneksi dengan Sang Pencipta yang diwujudkan dengan sholat.

(Agus Riadi SE,. M.Ak. Bagian Kerohanian RSKB An Nur Yogyakarta).

 

Add comment


Security code
Refresh