Info Rujukan


>> CARA MERUJUK <<

Ketersediaan Bed

NEW !!

urodinamik
ESWL

Alat Terapi non-Bedah

Alat Diagnosis

Penunjang Medis




Apa itu Fimosis PDF Cetak Email
Ditulis oleh Tim PKRS RSKB AN NUR Yogyakarta   

Phimosis atau fimosis adalah kelainan pada penis yang belum disunat berupa kulup atau kulit kepala penis yang melekat erat pada kepala penis.

Gejala Fimosis

Fimosis tidak selalu menimbulkan gejala tetapi ketika menimbulkan gejala, yang timbul biasanya adalah kemerahan, nyeri atau bengkak.
Perlekatan ujung kulit Mr. P dapat mempengaruhi laju keluarnya urine. Pada kasus fimosis berat, urine tidak dapat keluar melalui ujung Mr. P karena sudah tertutup oleh fimosis.
Gejala umum lain adalah pembengkakan kulup penis saat buang air kecil. Gejala lain meliputi infeksi, yaitu:
  • Perubahan warna pada kelenjar penis atau kulup penis
  • Adanya ruam
  • Nyeri
  • Gatal
  • Bengkak

Penyebab Fimosis

Fimosis hanya terjadi pada laki-laki yang belum melalukan sirkumsisi dan sering terjadi pada anak-anak dibanding orang dewasa.
Berikut beberapa penyebab dari fimosis, yaitu:
  • Jaringan parut, infeksi daerah sekitar kulup dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut dan membuat kulit akan semakin berkurang elastisitasnya.
  • Penuaan, pada orang dewasa, penuaan membuat serat kolagen menurun, sehingga elastisitas kulit menurun dan menyebabkan sulitnya kulup ditarik ke belakang.
  • Penumpukan smegma, smegma merupakan masa putih yang biasanya ada di sekitar kepala Mr. P. Smegma terbentuk dari jaringan kulit mati yang di sekitar kepala Mr. P dan bagian dalam dari ujung kulit Mr. P. Penumpukan smegma dapat menyebabkan kedua sisi dalam ujung kulit Mr. P. dapat menempel dan sulit ditarik ke belakang.

Faktor Risiko Fimosis

Beberapa faktor risiko yang meningkatkan kejadian fimosis pada anak-anak meliputi:
  • Infeksi saluran kencing berulang.
  • Infeksi pada ujung kulit Mr. P (kulup).
  • Gerakan kasar berulang saat menarik kulup ke belakang, sehingga menyebabkan lecet atau luka.
  • Cedera pada daerah kulit Mr. P (kulup).
 

Diagnosis Fimosis

Dokter dapat melakukan diagnosis fimosis dengan melakukan pemeriksaan pada Mr.P pengidap. Jika dokter menemukan perlengketan pada ujung kulit Mr. P dan tidak dapat ditarik kebelakang, maka dokter dapat memastikan bahwa kondisi tersebut merupakan fimosis. Tidak ada pemeriksaan penunjang khusus untuk menegakkan diagnosis fimosis.
 

Pencegahan Fimosis

Mencegah terjadinya fimosis bergantung pada kebersihan area sekitar Mr.P. Membersihkan daerah Mr. P, termasuk ujung kulit bagian dalam dengan menggunakan air hangat setiap hari dapat membantu mengurangi atau mencegah gejala yang timbul. Hal ini membantu ujung kulit tetap longgar dan elastis serta mencegah terjadinya infeksi.


Pengobatan Fimosis

Pengobatan fimosis dapat bermacam-macam bergantung dari usia pengidap dan keparahan fimosis. Pengobatan dapat berupa penarikan halus secara berkala, krim kortikosteroid, atau sirkumsisi (sunat).


  • Pengobatan Krim Kortikosteroid

Krim kortikosteroid membantu melunakkan ujung kulit Mr. P, sehingga lebih mudah ditarik ke belakang. Krim diberikan selama 6-8 minggu dua kali sehari. Setelah kulit dapat ditarik kebelakang, krim kortikosteroid dapat dihentikan dan dilanjutkan penarikan halus berkala setiap pagi.

  • Sirkumsisi (sunat)

Sirkumsisi dilakukan jika ditemui kegagalan dalam penggunaan krim kortikosteroid. Sirkumsisi diperlukan jika terdapat tanda-tanda hambatan aliran urine dan infeksi saluran kemih berulang.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan ke dokter diperlukan jika ditemukan infeksi di daerah sekitar Mr. P.

 

Add comment


Security code
Refresh