Info Rujukan


>> CARA MERUJUK <<

Ketersediaan Bed

NEW !!

urodinamik
ESWL

Alat Terapi non-Bedah

Alat Diagnosis

Penunjang Medis




Hemoroid PDF Cetak Email
Ditulis oleh Tim PKRS RSKB AN NUR Yogyakarta   

HEMOROID (Wasir)

adalah penyakit yang sangat umum dijumpai.  Yunani, haem = blood (darah), rhoos = flowing (mengalir)
Hemoroid adalah pelebaran pembuluh darah pada rektum bagian distal. Penyakit ini dikenal oleh masyarakat dengan sebutan ambeien / wasir.
Sekitar 75% orang akan menderita hemoroid di kehidupannya. Biasanya hemoroid ini akan dialami orang dewasa, dengan puncak usia 45-65 tahun. Laki-laki dan wanita mempunyai risiko yang sama untuk menderita hemoroid. Tetapi pada wanita hamil, kejadian hemoroid meningkat.
Penyakit ini timbul akibat adanya kongesti pada vena hemorrhoidalis yang disebabkan oleh adanya gangguan aliran balik. Bantalan vena hemorrhoidalis adalah struktur anatomi normal, namun karena suplai vaskularnya yang kaya, lokasi yang sensitif, dan sifatnya yang mudah terdesak dan prolaps, bantalan vena hemorrhoidalis menjadi penyebab patologi anal yang sering ditemukan.
Penyebab hemoroid pada prinsipnya adalah adanya peninggian tekanan terhadap pembuluh darah vena di daerah anus. Gangguan BAB ( bisa  BAB keras, ataupun diare) yang kronis, kekurangan serat makanan, mengejan ketika BAB, batuk kronis, mengangkat benda yang berat, duduk lama, kehamilan, tumor perut, kegemukan,  bisa menyebabkan  hemoroid. Penyebab lainnya adalah kelemahan jaringan  penyokong usus besar dan anus yang terkait dengan usia
Berdasarkan lokasinya, bila pembuluh darah vena di bagian dalam anus yang membesar tepatnya masih di daerah usus besar(rektum), dinamakan Hemoroid Interna. Sedangkan bila yang membesar adalah vena di daerah lubang anus, maka disebut sebagai Hemoroid Eksterna. Hemoroid Eksterna menimbulkan gejala yang lebih mengganggu dari hemoroid interna.  Vena yang membesar cenderung membentuk bekuan darah. Tonjolan ini akan meregangkan kulit anus sehingga menimbulkan rasa nyeri dan gatal.

Hemoroid Interna berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Derajat 1 : Vena membesar, ada benjolan mukosa tetapi masih di dalam usus besar, gejala yang dirasakan: adanya perdarahan stelah BAB, tidak ada rasa nyeri.
  • Derajat 2 :Benjolan mukosa dapat keluar dari lubang anus ketika BAB terutama waktu mengejan, namun secara spontan kembali ke dalam setelah BAB, gejala lain yang menyertai: perdarahan, rasa pedih, gatal
  • Derajat 3 : Benjolan mukosa keluar dari lubang anus ketika BAB, dan kembali ke dalam dengan bantuan jari. Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal.
  • Derajat 4 : Benjolan mukosa keluar dari lubang anus, dan tidak dapat dimasukkan kembali ke dalam.Gejala yang menyertai: perdarahan, nyeri, gatal


Yang paling penting dalam mengobati hemoroid adalah menghilangkan  faktor yang menyebabkan:

  1. BAB keras, dapat dihilangkan dengan minum banyak air putih minimal 8 gelas per hari, perbanyak serat makanan,hindari mengejan.  Serat akan membuat tinja lebihlunak dan lebih mudah keluar, sehingga mengurangi tekanan vena akibat mengejan. Serat akan memperbaiki pencernaan dan mencegah sembelit.
  2. Batuk kronis, batuk meningkatkan tekanan didalam rongga perut, proses yang terjadi seperti saat kita mengejan, jadi saart kita batuk lebih baik kita mengobati batuk tersebut  karena obat menekan rangsang batuk
  3. Mengangkat benda berat, ketika mengangkat benda berat secara tidak langsung kita juga mngejan, maka ketika kita hendak mengangkat benda berat lebih baik meminta bantuan orang lain
  4. Duduk lama,ketika duduk hindari bantalan duduk yang keras,saat bangun dari duduk jalan-jalan sejenak
  5. Kehamilan. Ketika hamil perbanyak konsumsi serat dan air putih serta BAB dengan kloset duduk karena kehamilan meningkatkan tekanan rongga perut.
  6. Kegemukan. Turunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal, serta perbanyak serat dan air putih
  7. Tumor perut dan penyakit hati. Mengobati penyakit utama dengan perbanyak serat dan air putih.


Untuk mengurangi rasa sakit di anus :

  • Merendam anus di air hangat selama 10 menit beberapa kali sehari
  • Mengompres dengan es
  • Mengoleskan krim lidah buaya, madu
  • Mengoleskan salep antinyeri
  • Bila Hemoroid terus berkelanjutan dan tidak membaik dengan cara-cara sederhana di atas bisa konsultasikan dengan dokter spesialis untuk memberikann terapi atau melakukan tindakan pembedahan.

(dari berbagai sumber)

 

Add comment


Security code
Refresh