Info Rujukan


>> CARA MERUJUK <<

Ketersediaan Bed

NEW !!

urodinamik
ESWL

Alat Terapi non-Bedah

Alat Diagnosis

Penunjang Medis




Waspada Pneumonia Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) PDF Cetak Email
Ditulis oleh Administrator   
Selasa, 28 Januari 2020 13:59


Sejak awal Desember 2019 hingga pertengahan Januari 2020 dikota Wuhan Tiongkok dilaporkan adanya kasus-kasus pneumonia berat yang belum diketahui etiologinya. Sebanyak 59 kasus pneumonia diidentifikasi di daerah Wuhan dengan total 278 kasus terdapat di China dan berhubungan dengan jenis coronavirus yang baru diidentifikasi ( 2019-nCoV).

Virus ini berasal dari kelompok yang sama dengan SARS CoV dan MERS-CoV yang diketahui dari sekuens genetik yang dilakukan pada spesimen saluran pernafasan pasien-pasien tersebut. Beberapa coronavirus diketahui beredar diperedaran darah hewan dan kebanyakan kasus diketahui berhubungan dengan pasar hewan laut yang menjual hidangan laut dan hewan hidup.

Virus 2019-nCoV dapat menyebabkan pneumonia yaitu peradangan pada jaringan paru yang menyebabkan gangguan pertukaran oksigen, sebagai kompensasinya tubuh akan berusaha bernafas lebih yang akan terlihat sebagai sesak. Pada gambaran radiologis paru dijumpai lesi / bercak pada kedua paru (bilateral).
Pneumonia biasanya didahului selesma, radang saluran nafas atas dengan batuk, pilek dan demam akibat infeksi kuman. Pada sebagian kecil kasus, kuman menyebar hingga ke paru dan terjadilah pneumonia.

Gejala yang mungkin timbul dari ( 2019-nCoV) adalah Demam dan gejala saluran pernafasan bawah ( misalnya batuk, sesak, nafas cepat) dan dalam waktu 14 hari sebelum munculnya gejala tersebut terdapat riwayat bepergian ke Wuhan, China atau dalam 14 hari sebelum munculnya gejala memiliki kontak dekat dengan orang yang sedang dalam invsetigasi untuk ( 2019-nCoV) saat orang tersebut sedang sakit atau dalam 14 hari dalam kontak dengan pasien ( 2019-nCoV) yang terkontaminasi bakteriologis. Untuk pasien yang dicurigai tersebut perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan pelaporan ke dinas kesempatan setempat.
Terkait pencegahan pneumonia tersebut saat ini, belum ada vaksin untuk mencegah kasus ini karena pneumonia pada kasus saat ini disebabkan oleh coronavirus jenis baru.

Menyikapi hal tersebut disarankan dan dihimbau kepada seluruh masyarakat agar:

1. Menyikapi dengan tenang jangan panik namun tetap waspada bila mengalami gejala demam, batuk disertai kesulitan nafas, segera mencari pertolongan ke RS atau fasilitas kesehatan terdekat.

2. Health Advice
  • Melakukan kebersiahn tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata; serta setelah memegang instalasi publik.
  • Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan air dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada faslitas cuci tangan, dapat menggunakan alkohol 70-80% handrub.
  • Menutup mulut dan hidung dengan tissue ketika bersin atau batuk.
  • Melengkapi status imunisasi anak terutama vaksin terkait pneumonia ( DPT, HiB, Campak, PCV dan Influenza).
  • Ketika memiliki gejala saluran nafas, gunakan masker dan berobat ke RS atau fasilitas kesehatan.
  • Memeprhatikan informasi yang disampaikan Dinas kesehatan setempat dan Kementerian kesehatan RI.
3. Travel Advice
  • Hindari menyentuh hewan atau burung.
  • Hindari mengunjungi pasar basah, peternakan atau pasar hewan hidup.
  • Hindari kontak dengan pasien yang memiliki gejala infeksi saluran pernafasan.
  • Patuhi petunjuk keamanan makanan dan aturan kebersihan.
  • Jika merasa kesehatan tidak nyaman terutama ketika demam dan batuk, gunakan masker dan cari layanan kesehatan
  • Konsultasi ke dokter jika terdapat gejala demam atau gejala lain dan beritahu dokter riwayat perjalanan serta gunakan masker untuk mencegah penularan penyakit
 

Add comment


Security code
Refresh